Oleh: rumahpintar | 22 November 2007

Negeri “Ter” Bernama INDONESIA

Kita buka mata, telinga, hati dan perhatian kita untuk melihat negeri yang kita cintai ini, agar semakin tumbuh sifat kebangsaan dan cinta akan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Indonesiaku

Negeri “Ter” Bernama INDONESIA

Negeri “Ter”: Hasil Alam

         Penghasil bahan tambang terbesar:

         Timah : No. 1 di dunia

         Batu bara: No. 3 di dunia

         Tembaga: No. 4 di dunia

         Nikel: No. 5 di dunia

         Emas: No. 7 di dunia

         Penghasil 80% minyak di Asia Tenggara

         Penghasil 35 % gas alam cair di dunia

(PriceWaterhouseCoopers)

Negeri “Ter”: Hayati

         Salah satu yang terkaya dalam luas hutan dan keanekaragaman hayati:

         Memiliki 515 jenis mamalia (urutan kedua, hanya kalah tipis dari Brazil);

         397 jenis burung hanya dapat ditemukan di Indonesia;

         Memiliki 1.400 jenis ikan air tawar (hanya dapat disaingi oleh Brazil);

         memiliki jenis terumbu karang dan ikan laut yang luar biasa, termasuk 97 jenis ikan karang yang hanya hidup di perairan laut Indonesia;

         Memiliki 477 jenis palem (terbanyak di dunia).

(Sinar Harapan, 2003)

Negeri “Ter”: Pulau

         Terbanyak jumlah pulaunya. jumlah pulau (yang pasti) di Indonesia masih simpang siur. (Bagaimana bisa yaa…)

         Jumlah pulau yang ada di Indonesia saat ini adalah 17.504, sedangkan jumlah pulau bernama 7.870 dan belum bernama sejumlah 9.634 buah. (informasi terakhir tahun 2004)(Kompas, 13 Nopember 2004)

Negeri “Ter”: Penduduk

         Salah satu negara berpenduduk terbanyak. No. 4 setelah China, India, dan Amerika Serikat;

         Tahun 2000 sebanyak 203,4 juta jiwa. Pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 273,65 juta jiwa. Dengan tingkat pertumbuhan 1,35% per tahun, diperkirakan akan menjadi 400 juta jiwa pada tahun 2050. (Badan Kependudukan Nasional, 2002)

Negeri “Ter” DAN IRONISNYA

IRONIS: Korupsi

         Salah satu yang terbesar tingkat korupsinya – bersama Kenya, merupakan negara no 6 terkorup di dunia

(Transparency International)

IRONIS: EKONOMI

         Pendapatan per capita Indonesia hanya 830 dolar AS (2002), jauh dari Thailand (US$ 1.987) atau Malaysia (US$ 3.400) yang juga sama-sama terkena krisis ekonomi 1997-98;

         Terdapat 62 juta jiwa (28,44 %) penduduk miskin

(BPS, 2005).

         Jumlah pengangguran terbuka per Oktober 2005 sebanyak 11,6 juta orang atau 10,84 % (BPS, Kompas 19/12/05)

IRONIS: PENGANGGURAN

         Jumlah pengangguran terbuka per Oktober 2005 sebanyak 11,6 juta orang atau 10,84 % (BPS, Kompas 19/12/05)

         Angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 (Ditjen Dikti, Depdiknas, 2000).

IRONIS: EKSTASI

         Mempunyai pabrik ekstasi terbesar nomer tiga (setelah yang ada di Fiji dan Cina) di dunia. Di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Serang, Banten ditemukan pabrik yang dapat memproduksi ekstasi sebanyak 100 kilogram per pekan.

         Harga 1 kg ekstasi dapat menghasilkan 10 ribu pil dengan harga Rp 100 ribu per butir, maka pabrik tersebut dapat menghasilkan Rp 1 triliun per pekannya.

 IRONIS: HUTANG

         Total hutang LN Indonesia hampir US$ 150 milyar (setara dengan Rp 1.380 triliun) sedangkan hutang DN Rp 650 triliun, sehingga total hutang Indonesia Rp 2.030 triliun (Revrisond Baswir, 2003)

REALITAS SOSIAL INDONESIA

RUMAH TANGGA TIDAK HARMONIS

KENAKALAN REMAJA

KEAMANAN SOSIAL

Moralitas Anak Bangsa

Realitas: HIV AIDS

         Diperkirakan epidemi HIV/AIDS akan terus mengalami peningkatan, ada 12-19 juta orang rawan untuk terkena HIV dan diperkirakan ada 95.000-130.000 penduduk yang tertular HIV (Depkes, 2004).

         Faktor yang sangat berpengaruh pada penularan HIV/AIDS adalah perilaku seks berisiko tinggi. Dengan semakin maraknya industri seks, kian banyak pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) suntik.

         Di Jakarta, kasus baru infeksi HIV mencapai lebih dari 100 pasien per bulannya.

 Realitas: NARKOBA

         Estimasi pengguna narkoba adalah 1,3-2 juta orang

         Estimasi pengguna narkoba suntik lebih dari 1 juta orang (Reid G, 2002).

          Dari 30-93% pemakai narkotika terinfeksi HIV, terutama pengguna narkotika suntik.(Reid & Costigan, January 2002).

Realitas: PORNOGRAFI

         Indonesia berada di urutan kedua setelah Rusia sebagai surga bagi pornografi. (Associated Press/Republika, 17/07/2003).

         Bisnis prostitusi, bahkan yang melibatkan anak-anak di bawah umur 16 tahun sekitar 1 juta anak di Asia, terbanyak ada di Thailand dan Indonesia (Data ECPAT/End Child Prostitution and Trafficking).

          Di Jawa Barat saja, dalam kurun waktu Oktober 2001-Maret 2002 telah terjadi 116 kasus kekerasan seksual kepada anak-anak, meliputi 57 kasus perkosaan, 25 kasus pencabulan , 9 kasus disodomi , 1 kasus dibawa lari dan disetubuhi, 6 kasus dilacurkan , 9 kasus pelecehan seksual , dan 9 kasus usaha perkosaan.

(Polda Jabar)

         Jumlah real kasus yang tidak maupun belum terungkap bisa jadi jauh lebih besar lagi. 

 Realitas: BOM

         Kecemasan Publik. Di Indonesia terbanyak teror bom yang meledak  setelah di Irak dan Afghanistan .

Realitas: Mutu SDM

         Tahun 2000 (70 %) & Tahun 2004 (60 %) penduduk Indonesia hanya lulus SD, bahkan tidak tamat SD. (Ryas Rasyid)

         Bagaimana kita mencermati angka-angka itu, masing-masing orang kiranya punya pandangan yang berbeda-beda. Tetapi dari data itu jelas terlihat adanya korelasi antara tingkat melek huruf dengan tingkat kesejahteraan.

         Orang-orang Barat, dengan tingkat melek huruf tertinggi, memiliki tingkat kesejahteraan paling tinggi. Kenyataannya memang bisa kita lihat di mana-mana. Selain terkenal dalam pemikiran-pemikiran filsafatnya, orang-orang Barat juga unggul dalam bisnis dan keuangan. Lebih dari 40% jutawan Amerika dalam daftar Majalah Forbes adalah keturunan Yahudi. Dan lebih dari 40% profesor di universitas-universitas top Amerika juga keturunan Yahudi.

Fakta Tentang SDM Kita

         Rapuh Dalam Pengetahuan dan Teknologi

         Rendah Kreativitas

         Kurang Disiplin

         Cenderung Tidak Efisien

         Kurang Gigih Tidak Konsisten

         Tidak Dapat Menghargai Waktu

         Tidak Dapat Menghargai Orang Lain

         Lemah Dalam Semangat Team

         Kurang Tanggung Jawab Dan Kurang Kredibilitas

KONNAS/PMBS/GA/0206

Peran dan Kepedulian

         Sebagai Warga Negara yang baik, mari bersama kita wujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara yang makmur, sejahtera dan madani.

         Apa kontribusi kita dengan masalah-masalah yang ada berikut?


Tanggapan

  1. As? rumah pintar bisa buka cabang luar jawa


Beri tanggapan

Your response:

Kategori